Ilustrasi California - Pelaku penembakan terbaru di sebuah sekolah di California, Amerika Serikat (AS) yang telah ditangkap ternyata merupakan salah satu siswa sekolah tersebut. Remaja berusia 16 tahun ini membawa senapan shotgun ke dalam kelas dan menembak seorang teman sekelasnya.
Dalam insiden yang terjadi di SMA Taft Union, California, pada Kamis (10/1) pagi waktu setempat, pelaku diketahui membawa sekitar 20 amunisi di dalam kantongnya. Pelaku yang juga salah satu siswa di sekolah tersebut, masuk ke dalam kelas dan langsung menembak seorang siswa.
Dia kemudian berusaha menembak seorang siswa lainnya, namun meleset. Polisi pun mencabut pernyataan sebelumnya bahwa korban luka dalam insiden penembakan ini ada 2 orang. Satu-satunya korban yang terkena luka tembak kini tengah dirawat di rumah sakit setempat dan dilaporkan dalam kondisi kritis.
Seperti dilansir cbsnews.com dan AFP, Jumat (11/1/2013), aksi penembakan tersebut berhasil dicegah oleh dua orang guru yang dengan berani mengajak ngobrol si pelaku. Hal ini, menurut sang guru, untuk mengalihkan perhatian pelaku.
"Mereka mengajaknya berbicara dan memintanya meletakkan shotgun tersebut. Namun pelaku memberitahu gurunya bahwa, 'Saya tidak ingin menembak kalian', dan kemudian dia menyebutkan nama orang yang ingin dia tembak," ujar Sheriff Kern County, Donny Youngblood.
Aksi kedua guru tersebut berhasil mengalihkan perhatian pelaku hingga akhirnya dia dibekuk polisi. Youngblood pun memuji keberanian kedua guru yang tidak disebutkan namanya tersebut.
"Tindakan heroik kedua orang ini tidak perlu dipertanyakan: mereka tetap berdiri di sana dan menghadapi pelaku yang membawa shotgun, yang sudah digunakan untuk menembak seorang siswa, hal itu cukup menunjukkan keberanian mereka dan hal-hal yang telah mereka cegah," ucapnya.
Mereka bisa saja dengan mudah keluar dari kelas dan meninggalkan murid-muridnya, tapi mereka tidak melakukannya. Mereka tahu bahwa tidak aman untuk membiarkan pelaku dengan shotgun di dalam kelas, dan mereka mengambil risiko itu. Kami sangat bangga atas tindakan mereka," imbuh Youngblood.
Pelaku yang tidak disebutkan namanya kini berada dalam penahanan polisi setempat. Belum diketahui motif pelaku dalam penembakan ini. Tidak diketahui juga dari mana remaja ini bisa mendapatkan shotgun yang digunakanya menembak teman sekelasnya.
Taft terletak sekitar 190 km dari Los Angeles. Pasca insiden ini, SMA Taft Union terpaksa ditutup sementara sembari polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Insiden penembakan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah pembantaian brutal yang menewaskan 26 orang, termasuk 20 anak-anak di SD Sandy Hook, Newtown, Connecticut, AS. Kasus-kasus semacam ini memicu kembali perdebatan tentang pengendalian dan pembatasan kepemilikan senjata api di Amerika Serikat yang selama ini dilegalkan.
(nvc/rmd)
Dalam insiden yang terjadi di SMA Taft Union, California, pada Kamis (10/1) pagi waktu setempat, pelaku diketahui membawa sekitar 20 amunisi di dalam kantongnya. Pelaku yang juga salah satu siswa di sekolah tersebut, masuk ke dalam kelas dan langsung menembak seorang siswa.
Dia kemudian berusaha menembak seorang siswa lainnya, namun meleset. Polisi pun mencabut pernyataan sebelumnya bahwa korban luka dalam insiden penembakan ini ada 2 orang. Satu-satunya korban yang terkena luka tembak kini tengah dirawat di rumah sakit setempat dan dilaporkan dalam kondisi kritis.
Seperti dilansir cbsnews.com dan AFP, Jumat (11/1/2013), aksi penembakan tersebut berhasil dicegah oleh dua orang guru yang dengan berani mengajak ngobrol si pelaku. Hal ini, menurut sang guru, untuk mengalihkan perhatian pelaku.
"Mereka mengajaknya berbicara dan memintanya meletakkan shotgun tersebut. Namun pelaku memberitahu gurunya bahwa, 'Saya tidak ingin menembak kalian', dan kemudian dia menyebutkan nama orang yang ingin dia tembak," ujar Sheriff Kern County, Donny Youngblood.
Aksi kedua guru tersebut berhasil mengalihkan perhatian pelaku hingga akhirnya dia dibekuk polisi. Youngblood pun memuji keberanian kedua guru yang tidak disebutkan namanya tersebut.
"Tindakan heroik kedua orang ini tidak perlu dipertanyakan: mereka tetap berdiri di sana dan menghadapi pelaku yang membawa shotgun, yang sudah digunakan untuk menembak seorang siswa, hal itu cukup menunjukkan keberanian mereka dan hal-hal yang telah mereka cegah," ucapnya.
Mereka bisa saja dengan mudah keluar dari kelas dan meninggalkan murid-muridnya, tapi mereka tidak melakukannya. Mereka tahu bahwa tidak aman untuk membiarkan pelaku dengan shotgun di dalam kelas, dan mereka mengambil risiko itu. Kami sangat bangga atas tindakan mereka," imbuh Youngblood.
Pelaku yang tidak disebutkan namanya kini berada dalam penahanan polisi setempat. Belum diketahui motif pelaku dalam penembakan ini. Tidak diketahui juga dari mana remaja ini bisa mendapatkan shotgun yang digunakanya menembak teman sekelasnya.
Taft terletak sekitar 190 km dari Los Angeles. Pasca insiden ini, SMA Taft Union terpaksa ditutup sementara sembari polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Insiden penembakan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah pembantaian brutal yang menewaskan 26 orang, termasuk 20 anak-anak di SD Sandy Hook, Newtown, Connecticut, AS. Kasus-kasus semacam ini memicu kembali perdebatan tentang pengendalian dan pembatasan kepemilikan senjata api di Amerika Serikat yang selama ini dilegalkan.
(nvc/rmd)
Zona Bispak Terbaru